Frederic Sausset Pembalap Mobil Racing Yang Tidak Memiliki Tangan Dan Kaki


Frederic Sausset Pembalap Mobil Racing Yang Tidak Memiliki Tangan Dan Kaki

Tidak selamanya menjadi seorang pembalap mobil racing harus memiliki tubuh sempurna, contohnya Frederic Sausset. Frederic merupakan salah satu seorang pembalap mobil racing yang tidak memiliki tangan dan kaki. Walaupun memiliki keterbatasan dalam dirinya, tetapi Fredric dapat mengukir prestasi diajang balapan yang cukup bergengsi.

Frederic Sausset mengalami musibah yang tidak pernah di bayangkan oleh dirinya, yaitu kehilangan tangan dan kaki. Kejadian ini terjadi pada bulan juli 2012, ketika Frederic mengalami luka di jarinya saat liburan di barat daya perancis. Tidak disangka, luka dijarinya tersebut berubah cepat menjadi infeksi yang membuat Frederic harus kehilangan kedua tangan dan kedua kakinya. 

Ketika Frederic menyadari harus kehilangan kedua tangan dan kedua kakinya, dirinya mengalami shok begitu berat, Namun, berkat dukungan dari lingkungan sekitarnya, Frederic mampu bangkit dan menjalani hidup yang baru. Mengutip dari Great Big Story, sebelum musibah yang menimpannya, Frederic bukanlah seorang pembalap mobil racing. Frederic sendiri memiliki ketertarikan dalam dunia balapan sejak muda, namun tidak memiliki waktu yang cukup untuk latihan. 

Semua hal tersebut berubah ketika dirinya mengalami musibah yang merubah hidupnya. Frederic menantangan dirinya untuk membuat hal yang tidak terlupakan dan mustahil dengan kondisi dirinya saat ini. Frederic pun memiliki tujuan untuk menjadi pembalap mobil racing kompetisi Le Mans. Kompetisi Le Mans merupakan balapan mobil yang dilakukan selama 24 jam tanpa henti. 

Dalam mempersiapkan diri untuk kompetisi bergengsi ini, Frederic melakukan latihan selama 3 jam per harinya. Selain latihan, tim mobil yang menaungi Frederic juga memodifikasi sedimikan rupa mobil yang Frederic gunakan agar sesuai dengan kebutuhannya. Setelah menjalani latihan selama dua setengah tahun, Frederic akhirnya dapat mengikuti kompetisi Le Mans. 

Bagi Frederic, menjadi pembalap mobil di kompetisi Le Mans merupakan pengalaman puncak di dalam hidupnya. Kompetisi ini juga merupakan kesempatan berharga bagi Frederic untuk menunjukkan jika menjadi disabilitas bukan akhir dari segalanya. Komitmen dan kerja keras Frederic dapat menunjukkan jika disabilitas memiliki tempat yang sama di ajang kompetisi otomotif.

“Balapan telah merubah hidupku, pesan yang ingin syaa sampaikan kepada semuanya ialah agar memiliki mimpi. Karena hanya mimpilah yang bisa membawa kita maju dan membawa kehidupan baru” ujar Frederic.

Previous
Next Post »